tugas lkp

Mei 4, 2010

PENDAHULUAN
A.Pengertian Asuransi

asuransi adalah suatu persetuan di mana pihak yang meminjam berjanji kepada pihak yang dijamin untuk menerima sejumlah uang premi sebagai peganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas akan terjadi.
Menurut Fuad Mohd. Fachruddin yang dimaksud dengan asuransi adalah suatu perjanjian-peruntungan. Sebelumnya beliau menjelaskan definisi asuransi menurut Kitab Undang-Undang perniagaan pasal 246.

Macam-MacamAsuransi
Asuransi yang terdapat pada negara-negara di dunia ini bermacam-macam. Hal ini terjadi karena bermacam-macam pula sesuatu yang diasuransikan. Untuk lebih jelasnya , berikut ini macam-macam asuransi itu.
a.Asuransi timbal balik
maksud asuransi timbal balik adalah beberapa orang memberikan iuran tertentu yang dikumpulkan dengan maksud meringankan atau melepaskan beban seseorang dari mereka saat mendapat kecelakaan. Jika uang yang dikumpulkan tersebut telah habis, dipungut lagi iura yang baru untuk persiapan selanjutnya, demikian seterusnya.

b. Asuransi Dagang
asuransi dagang adalah beberapa manusia yang senasib bermufakat dala mengadakan pertanggungjawaban bersama untuk memikul kerugian yang menimpa salah seorang anggota mereka. Apababila timbul kecelakaan yang merugikan salah seorang anggota kelompok yang telah berjanji itu, seluruh orang yang tergabung dalam perjanjian tersdebut memikul beban kerugian itu dengan cara memungut derma (iuran) yang telah ditetapkan atas dasar kerja sama untuk meringankan teman semasyarakat.

c. Asuransi Pemerintah
asuransi pemerintah adalah menjamin pembayaran harga kerugian kepada siapa saja yang menderita diwaktu terjadinya suatu kejadian yang merugiakan tanpa mempertimbangkan keuntungannya, bahkan pemerintahan menaggung kekurangan yang ada karena uang yang dipungut sebagai iuran dan asuransi lebih kecil daripada harga pembayaran kerugian yang harus diberikan kepada penderita diwatu kerugian itu terjadi. Asuransi pemerintah dilakukan secara oblligator atau paksaan dan dilakukan oleh badan-badan yang telah ditentukan untuk masing-masing keperluan.

d. Asuransi jiwa
Maksud asuransi jiwa adalah asuransi atas jiwa orang-orang yang mempertanggungkan atas jiwa oranglain, penanggung (asurador) berjanji akan membayar sejumlah uang kepada orang yang disebutkan namanya dalam polis apabila yang mempertanggungkan (yang ditanggung) meninggal dunia atau sesudah melewati masa-masa tertentu.

e. Asuransi atas Bahaya Yang Menimpa Badan
asuransi atas bahaya yang menimpa badan adalah asuransi dengan keadaan-keadaan tertentu pada asuransi jiwa atas kerusakan-kerusakan diri seseorang, seperti asuransi mata, asuransi telinga, asuransi tangan, atau asuransi atas penyakit-penyakit tertentu. Asuransi ini banyak dilakukan oleh buruh-buruh industri yang menghadapi bermacam-macam kecelakaan dalam meninaikan tugasnya.

f. Asuransi Terhadap Bahaya-bahaya Pertanggungjawaban sipil
Maksud asuransi terhadap bahaya-bahaya pertanggungjawaban sipil adalah asuransi yang diadakan terhadap benda-benda, seperti asuransi rumah, perusahaan, mobil, kapal udara, kapal laut motor, dan yang lainnya. Di RPA asuransi mengenai mobil dipaksaan..

tugas klkp

April 22, 2010

Tugas klkp

Nama usaha       : jual batagor

Modal awal         : Rp.200.000

Bahan Baku

: terigu telur minyak kelapa mentega sagu dan air

Ala –alat nya                      : kompor gas kuali(wajan ) sendok makan baskom codet dll.

Hasil produksi                    : 500 butir

Mulai usaha                        : pada tahun 2009

Harga perposi                    : Rp.4000

Perputaran  usaha           : dengan modal Rp.200.000 kami mampu menghidupi keluarga dan dapat menyekolahkan anak kami

Dengan cara                                    : 1 porsi kami beri harga Rp. 4000 dengan isi  13 butir batagor

Omset  penjualan / hari             :50 porsi * 4000 =Rp.200.000

Uang tersebut saya bagi bagi yang 100 buat modal yang 50 buat masak yang 50 lagi buat ditabung

Keuntungan perbulan    : 400.000 * 28 kenapa 28 karna orang bekerja minggu libur

200.000 * 28 = Rp. 5600.000/bulan kuntungan nya

tehnik merumuskan msalah

April 21, 2010

tehnik merumuskan msalah itu sangat perlu untuk menyelsaikan suatu masalah

tehnik nya adalah

  • kumpulkan semua masalah
  • tanyakan satu persatu msalah nya
  • diskusikan masalah tersebut
  • ambil kesimpulan dari diskusi tersebut
  • buat keputusan dari anggota diskusi

rumusan hipotesis yang baik adalah sebagai berikut:

  • hipotesis tebut harus mempunyai kesimpulan
  • datanya harus valid
  • data tesebut harus teruji kebenaran nya

tugas bahasa indonesia obesrvasi awal

April 21, 2010

observasi adalah suatu peninjawan langsung untuk melihat data yang kita teliti

biasanya observasi awal itu perlu beberapa hal berikut:

  • surpei tempat
  • buat data/ objek apa yang diteliti
  • buat surat untuk meneliti/surat keterangan peneltian
  • laporan obsevasi

tuag klkp

April 5, 2010

tugas :klkp
Nilai :75

Mata uang

1.Latar belakang
Sebelum terbentuk nya uang dulu dikenal dengan system barter system barter ini adalah system pertukaran barang yang dilakukan oleh satu orang atau lebih,setelah system ini mengalami kemunduran munculah ide untuk membuat suatu alat yang dapat dipakai sebagai alat satuan hitung untuk membeli dan membayar suatu barang atu jasa.
Uang adalah suatu yang dapat digunakan sebagai alat tukar- menukar yang dapat diterima secara luas.uang ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran hutang dan sebagi pembayaran barang dan jasa.

2.Fungsi uang
1. Alat pembayaran
Uang digunakan sebagai alat yang dapat diterima sah sebagai alat pembayaran barang atau jasa.
2. Alat satuan hitung
Uang sebagai satuan hitung itu menunjukan nilai dari barang dan jasa yang akan dijual atau dibeli.
3. Alat penimbun kekeayaan
Uang bisa juga sebagai alat menyimpan kekayaan disuatu bank berupa tabungan dan giro
4. Alat tukar menukar
Uang juga bisa sebagai alat tukar menukar antar Negara misalnya pembayaran pembelian kapal antara Negara A,(Rupiah) dengan Negara B( Dolar )
5. Standar pembayaran hutang
Dengan adanya uang mempermudah untuk menentukan standar pembayaran hutang.
Adapun uang dapat dilihat berbagai sisiantara lain:
 Berdasarkan bahan nya
a) Uang logam
b) Uang kertas

 Berdasarkan nilai nya
• Bernilai penuh
Uang yang nilai intristiknya sama dengan nilai nominal nya
• Tidak bernilai penuh
Uang nilai intristiknya lebih kecil dari nilai nominal nya

 Berdasarkan lembaga

3.Klasifikasi uang berdasarkan lembaga terdiri dari
• Uang Kartal
Uang kartal adalah uang yang diterbitkan oleh BI baik uang logam atau uang kertas
• Uang Giral
Uang giral adalahuang yang diterbitkan oleh Bank Umumseperti giro,credit card dan cek
Uang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI)yang memiliki tugas mencetak dan penjamin ketersedian uang.
Pemerintah membri kekuasaan tunggal kepada BI untukmencetak dan mengedarkan uang kartal yang bertujuan untuk mempelancar kegiatan perdanganbarang (ekpor ) dan proses pembelian barang( impor)4
3.Kesimpulan:
Uang berfungsi sebagai alat tukar yang mempunyai klasifiksi dari berbagai sisi.Bank Indonesia mempnyai tugas tunggal yaitu mencetak dan mengerdarkan uang.
Uang diatakan penting karna uang telah terjamin oleh IDR yang diatur oleh international monetary found (IMF)

tugas bahasa indonesia

April 5, 2010

1.penelitian

Penelitian atau riset adalah suatu kegiatan untuk mencari sesuatu yang bermanfaat untuksi peneliti atau  pembaca untuk memecahkan suatu masalah atau kasus.

Penelitian ilmiah terbagi dua yaitu:
1. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berguna untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tidak terduga sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru.

Penelitian kualitatif biasanya mengejar data verbal yang lebih mewakili fenomena atau kejadian yang tidak terstruktur dan relative
2. Penelitian Kuantitatif
merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme. Positivisme adalah satu aliran filsafat yang menolak unsur metafisik dan teologik dari realitas sosial. Karena penolakannya terhadap unsur metafisis dan teologis, positivisme kadang-kadang dianggap sebagai sebuah varian dari Materialisme (bila yang terakhir ini dikontraskan dengan Idealisme

3. Tindakan
Tindakan adalah suatu perbuatan yang dilakukan dalam penelitian guna mencapai penelitian yang senpurna. Tindakan ini dimaksudkan agar peneliti mengetahui dengan jelas bahwa ada beberapa ketentuan dalam melakukan tindakan penelitian. Seperti halnya penelitian kualitatif dan kuantitatif, tindakan termasuk aspek yang perlu dikaji oleh seorang peneliti. Tindakan merupakan salah satu ketentuan dalam penelitian.

2.Hakikat Karya Ilmiah

Tujuan karya ilmiah terbagi empat

  1. menyampaikan gagasan
  2. memberikan hasil tugas
  3. memberikan informasi kepada si pembaca
  4. menjelaskan dan mendiskusikan hasil tugas tersebut

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, menjelaskan atau pemecahan masalah secara rasional disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa yang benar baserta didukung oleh bukti bukti otentik
Terdapat berbagai jenis karangan

  • Artikel
  • Jurnal
  • Hasil seminar dll

Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan bagi penulis atau bagi pembaca.

2. Ciri – cirri Karya Ilmiah

a. struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah  biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup.

Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

b. komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

c. , sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

d. penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa benar berdasarka ejaan yang benar

3. Jenis – jenis Karya Ilmiah
Adapun jenis – jenis karya ilmiah, yaitu :
a. Skripsi

adalah karya tulis (ilmiah) yang menjelskansuatu objek yang diliti secara struktur melalui prosedur standar penelitian

Missal nya skripsi untuk buat mengejar sarjana (SI)sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan bukti bukti otentik berdasarkan wawancara dan observasi

b. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan meneliti secara tajam dibandingkan skripsi.

c. Disertasi
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan pendapat yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta yang benar dengan analisis terinci. Disertas

4. Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah ada 5 sikap ilmia adalah sebagai berikut :

1. Sikap ingin tahu.
2. Sikap kritis.
3. Sikap terbuka.
4 Sikap rela menghargai karya orang lain.
5.Sikap berani mempertahankan kebenaran dan berpandangan kedepan

5. Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah
itu biasa nya penulis kelelahan dan data dari sumber pustka terkadang salah tulis dll

Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
• salah mengerti  pembaca tulisannya,
• salah dalam menyusun struktur pelaporan,
• salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
• penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
• tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat
• tidak konsisten dalam format tampilan

1.Penalaran

adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan panca indra melui observasi eyang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi– proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

2.Metode dalam penalaran ada dua jenis  yaitu induktif dan deduktif

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.

Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan

3.Konsep dan simbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang luas, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa pendapat,

4.Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.jika

  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara resmi maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

model relasional

Maret 1, 2010

• Pengertian Model Data Relasional

Model Data Relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi, yang terdiri atas baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.

Model ini menunjukkan cara mengelola/mengorganisasikan data secara fisik dalam memory sekunder, yang akan berdampak pula pada bagaimana kita mengelompokkan data dan membentuk keseluruhan data yang terkait dalam sistem yang kita buat.

Contoh Tabel dan keterhubungannya :

MHS
NIRM Nama Alamat
ANDI Jakarta
10296126 AANGORO Jakarta
31296500 BUDIMAN Depok
41296525 ASEP Bogor
50096487 ASTUTI Bekasi
21196353 ANDINI Bogor

MKUL
KODE PELAJARAN MATA PELAJARAN JUMLAH PELAJARAN
BHS INGGRIS BAHASA INGGRIS 2
MATEK MATIKMATIKA 3
EKOP EKONOMI 2

NILAI
NPM KDMK MID FINAL
10296832 BHS INGGRIS 60 75
10296126 MATEK 70 90
31296500 EKOP 55 40
41296525 BHS INGGRIS 90 80
21196353 MATEK 75 75
50095487 EKOP 80 0
10296832 BHS INGGRIS 40 30

• Keuntungan Model Data Relasional

1. Bentuknya sederhana
2. Mudah melakukan berbagai operasi data (query, update/edit, delete).

Contoh-contoh model basis data:

1. Model basis data hirarki
2. Model basis data network/jaringan
3. Model basis data relational (paling banyak digunakan)

Contoh DBMS yang mengelola basis data relational :

– dBase III+
– MS.Access
– Borland-Paradox
– Oracle
– DB2
– SYBASE
– Informix.

• Contoh Pembuatan Tabel.

KODE PELAJARAN MATA PELAJARAN JUMLAH PELAJARAN
BHS INGGRIS BAHASA INGGRIS 2
MATEK MATIKMATIKA 3
EKOP EKONOMI 2

Karakteristik dari tabel MKUL:
– data mata kuliah memiliki 3 buah kolom data
– kolom 1 berisi adta string/alphanumerik dengan lebar tetap, yaitu 5 digit/char.
– Kolom 2 berisi data string dengan lebar maksimum 30 digit.
– Kolom 3 berisi data integer dengan lebar maksimum 1 digit.

Dari karakteristik di atas, kita bisa menetapkan struktur data tabel MKUL:
– nama kolom/field.
– Tipe data.
– Lebar (banyaknya dgiti maksimum yang bisa ditampung).

Jadi, struktur tabel MKUL :

Nama Kolom Tipe Lebar
KODEPELAJARAN Char 5
MATA PELAJARAN Char 30
JUMLAH PELAJARAN numerik 1

• Istilah dalam Model Data Relasional :

Relasi:
Sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris.

Atribut:
Kolom pada sebuah relasi (field).

Tupel
Baris pada sebuah relasi (record).

Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut

Derajat (degree)
Jumlah atribut dalam sebuah relasi (jumlah field)

Cardinality
Jumlah tupel dalam sebuah relasi (jumlah record)

• Pengertian Model Data Relasional

Model Data Relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi, yang terdiri atas baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.

Model ini menunjukkan cara mengelola/mengorganisasikan data secara fisik dalam memory sekunder, yang akan berdampak pula pada bagaimana kita mengelompokkan data dan membentuk keseluruhan data yang terkait dalam sistem yang kita buat.

Contoh Tabel dan keterhubungannya :

MHS
NIRM Nama Alamat
ANDI Jakarta
10296126 AANGORO Jakarta
31296500 BUDIMAN Depok
41296525 ASEP Bogor
50096487 ASTUTI Bekasi
21196353 ANDINI Bogor

MKUL
KODE PELAJARAN MATA PELAJARAN JUMLAH PELAJARAN
BHS INGGRIS BAHASA INGGRIS 2
MATEK MATIKMATIKA 3
EKOP EKONOMI 2

NILAI
NPM KDMK MID FINAL
10296832 BHS INGGRIS 60 75
10296126 MATEK 70 90
31296500 EKOP 55 40
41296525 BHS INGGRIS 90 80
21196353 MATEK 75 75
50095487 EKOP 80 0
10296832 BHS INGGRIS 40 30

• Keuntungan Model Data Relasional

3. Bentuknya sederhana
4. Mudah melakukan berbagai operasi data (query, update/edit, delete).

Contoh-contoh model basis data:

4. Model basis data hirarki
5. Model basis data network/jaringan
6. Model basis data relational (paling banyak digunakan)

Contoh DBMS yang mengelola basis data relational :

– dBase III+
– MS.Access
– Borland-Paradox
– Oracle
– DB2
– SYBASE
– Informix.

• Contoh Pembuatan Tabel.

KODE PELAJARAN MATA PELAJARAN JUMLAH PELAJARAN
BHS INGGRIS BAHASA INGGRIS 2
MATEK MATIKMATIKA 3
EKOP EKONOMI 2

Karakteristik dari tabel MKUL:
– data mata kuliah memiliki 3 buah kolom data
– kolom 1 berisi adta string/alphanumerik dengan lebar tetap, yaitu 5 digit/char.
– Kolom 2 berisi data string dengan lebar maksimum 30 digit.
– Kolom 3 berisi data integer dengan lebar maksimum 1 digit.

Dari karakteristik di atas, kita bisa menetapkan struktur data tabel MKUL:
– nama kolom/field.
– Tipe data.
– Lebar (banyaknya dgiti maksimum yang bisa ditampung).

Jadi, struktur tabel MKUL :

Nama Kolom Tipe Lebar
KODEPELAJARAN Char 5
MATA PELAJARAN Char 30
JUMLAH PELAJARAN numerik 1

• Istilah dalam Model Data Relasional :

Relasi:
Sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris.

Atribut:
Kolom pada sebuah relasi (field).

Tupel
Baris pada sebuah relasi (record).

Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut

Derajat (degree)
Jumlah atribut dalam sebuah relasi (jumlah field)

Cardinality
Jumlah tupel dalam sebuah relasi (jumlah record)

tugas prilaku konsumen

Desember 15, 2009

Keterangan Matriks SWOT tersebut sebagai berikut
5
:
SO strategies: ini merupakan situasi yang menguntungkan. Perusahaan
memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang
ada. Strategi yang harus diterapkandalam kondisi ini adalah mendukung
kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented stategy).
ST strategies: dalam situasi ini perusahaan menghadapi berbagai ancaman,
tetapi masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus
diterapkan dalam kondisi ini adalah menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang jangka panjang denga cara strategi diversifikasi
(produk/pasar).
WO strategies: dalam situasi ini perusahaan menghadapi peluang pasar yang
besar, tetapi juga menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus
strategi pada situasi ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal
sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.
WT strategies: ini merupakan situasi yang tidak menguntungkan, sehingga
perusahaan harus menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.
5
Ibid, hal 20.
Copysright@2006
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
Website: http://www.youngstatistician.com Milist: stis44@yahoogroups.com

Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi.
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
2. Weakness(W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
4. Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.
Selain empat komponen dasar ini, analisa SWOT, dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen, seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen, Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.
Jenis-Jenis Analisis SWOT
1. Model Kuantitatif
Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness(W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).
Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.
2. Model Kualitatif
Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, SubKomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah.
Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program.
perkembangan dari Accounting Management, karena
Accounting Management yang ada saat ini dirasa kurang memberikan satuan yang
berkaitan dengan masalah strategi badan usaha seperti yang dikatakan oleh
Johnson
and Kaplan (1 987: preface):

Management Accounting is vital to long term planning. However, in todays
climate
of
rapid technology change, vigorous global and domestic competition,
and the chermous expansion of information processing capabilities, current
management accounting system are in
a
dequate and out dated.

Peralihan dari akuntansi manajemen
ke strategic cost
merupakan
satu
tantangan utama pandangan ke depan, di mana keberhasilan perwalihan
iniakan
membawa keuntungan akuntansi manajemen di
masa
yang
akan
datang. Menurut
Shank
dan Govindarajan (1993:8):

Strategic Cost Management can be defined as the managerial use of cost
infomation explicity directed at one or more of the four stages
of
the strategic
management cycle

Dengan kata lain, Strategic Cost Management
adalah
penggunaan
informasi
biaya
untuk
kepentingan strategi bisnis badan
usaha.
Menurut Shank dan
Govindarajan (1 993
:
13) Strategic Cost Management
sendiri
merupakan hasil
perpaduan tiga tema dari Management Strategic, yaitu:
7

Page 2
8
a.
Value Chain Analysis
b.
Strategic Positioning Analysis
c.
Cost Drivers Analysis
2.2
Konsep-konsep Value Chain
Pada konsep value chain cost dinyatakan bahwa badan usaha merupakan
kumpulan-kumpulan aktivitas mulai dan mendatangkan input, proses,
menghasilkan output serta penyerahan kepada pembeli. Pengolahannya terhadap
masing-masing aktivitas yang ada dalam badan
usaha
tersebut merupakan kunci
keberhasilan pengendalian dalam lingkungan manufaktur yang semakin
kompleks.
2.2.1. Value Chain Perspective vs Value Added Perspective
Perbedaan utama antara value added analysis dengan value chain analysis
adalah value added analysis hanya melakukan analisis
secara
internal saja
sedangkan value chain analysis melakukan analisis biaya secara luas yang keluar
dari badan
usaha, mulai
dari
analisis aktivitas
nilai yang
ditranfer
oleh
pemasok
melalui pembelian bahan baku sampai dengan produk akhir yang dibebankan pada
konsumen akhir. Oleh karena itu value added analysis dikatakan memiliki
keterbatasan analisis.

Page 3
9
2.2.2.
Value Chain dan Competitive Advantage
Berhasil tidaknya badan usaha meningkatkan atau mempertahankan daya
saing bergantung pada kemampuan badan usaha tersebut dalam mengelola rantai
nilai relatif dibanding para pesaing yaitu dengan memberikan nilai yang lebih baik
kepada pelanggan dengan biaya yang sama atau sebaliknya memberikan
nilai
yang sama dengan biaya yang lebih rendah. Jadi analisis value chain sangat
penting untuk menunjukkan secara tepat di mana customer value yang dapat
ditingkatkan atau biaya yang dapat dihemat. Menurut Porter
(1985:33):
Competitive Advantage cannot be understood
by
loading
at
a firm as
a
whole.
producing, marketing, delivery and supporting its product, Each of these activities
can contribute
to
a firm’s relative cost position and create
a
basis
for

Oleh karena itu dibutuhkan rantai nilai yang akan menguraikan
badan
usaha
menjadi aktivitas-aktivitas yang relevan secara strategis
untuk
memakai perilaku
biaya. Value chain merupakan alat utama
untuk
menganalisis strategi
keunggulan
bersaing.
2.3.
Analisis Value chain
2.3.1. Pengertian Value Chain

Page 4
10
Menurut Shank and Govindarajan
(1993:13):
“In the SCM framework, managing costs effectively requires a broad focus,
external to the firm.Porter (1985a) has called this focus the value chain. The
Value Chain for any
firm
in any business is the linked set
of
value creating
activities all the way from basic raw material source for component suppliers
through to the ultimate and use product delivered into the final consumers hands”
Jadi untuk mengatur biaya secara efektif fokusnya adalah dari eksternal
ke badan usaha. Seluruh kegiatan dilihat sebagai suatu rantai yang menyeluruh
dari kegiatan-kegiatan yang menciptakan nilai mulai dari bahan baku sampai ke
tangan konsumen akhir.
Sedangkan definisi
menurut Porter
(1985:35):
Sebenarnya value chain dari badan usaha untuk bersaing pada suatu
industri tertentu tercakup dalam suatu
arus
aktivitas yang lebih besar yaitu
(gambar
2.1).
Menurut Porter
(1985:35)
yang termasuk dalam value system
adalah rantai
nilai
pemasok, rantai nilai perusahaan, rantai
nilai
penyalur, dan
rantai nilai pembeli.
Pemasok mempunyai rantai nilai yang menciptakan dan menyampaikan
bahan baku
yang dibeli perusahaan ke
dalam
rantai
nilai
perusahaan. Pemasok
tidak hanya menyampaikan satu produk melainkan juga dapat mempengadu
kinerja perusahaan dengan berbagai cara. Disamping itu, banyak produk yang
mengalir melintasi rantai
nilai
saluran dalam perjalanan mereka menuju pembeli.
Para
penyalur melakukan kegiatan tambahan yang mempengaruhi pembeli, selain
juga mempengaruhi kegiatan perusahaan. Produk perusahaan akhirnya menjadi

Page 5
11
bagian dari rantai nilai pembelian. Basis akhir
untuk
diferensiasi adalah peran
perusahaan dan produknya dalam rantai nilai pembelian, yang menentukan
kebutuhan pembeli. Mendapatkan dan melestarikan keunggulan bersaing bukan
hanya bergantung pada penahanan akan rantai nilai perusahaan melainkan juga
pada penahanan cara perusahaan menempatkan diri dalam keseluruhan sistem
nilai.
Menurut Shank and Govindarajan
(199358)
langkah-langkah untuk
membangun dan menggunakan value chain meliputi:
1. Identifikasi value chain dari industri dan bebankan biaya-biaya,
pendapatan-pendapatan, dan aktiva-aktiva ke dalam aktivitas nilai.
2. Diagnosa pemicu biaya yang ada pada tiap aktivitas nilai.
mengendalikan
lebih baik
dari
pesaing maupun .
tersebut.
Value chain memilah-milah
suatu
perusahaan ke
dalam
berbagai kegiatan
yang secara strategi relevan guna memahami perilaku biaya serta sumber
diferensiasi yang ada dan yang potensial.
Dalam gambar
2.2
tersebut menunjukkan bahwa sebuah perusahaan
merupakan sekumpulan kegiatan yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi,
memasarkan, menyampaikan, dan mendukung produknya. Rantai nilai suatu
perusahaan serta cara perusahaan menyelenggarakan setiap kegiatan merupakan
merupakan cerminan
dari
riwayat, strategi,
dan
ancangan perusahaan dalam

Page 6
12
mengimplementasikan strateginya, serta keadaan ekonomi yang melandasi
kegiatan itu sendiri.
Tingkat yang relevan dalam menyusun rantai nilai adalah kegiatan
perusahaan dalam suatu industri tertentu (unit usaha). Rantai nilai yang mencakup
sebuah industri atau sektor terlalu luas, dapat mengaburkan sumber penting
keunggulan bersaing.
2.3.2. Pengertian aktivitas nilai
Dalam
suatu badan usaha terdapat aktivitas namun tidak seluruhnya
aktivitas
itu
mempunyai atau menciptakan nilai tertentu.
Shank and
Govindarajan
menyatakan setiap aktivitas nilai masing-masing memiliki sumber-sumber yang
unik
untuk
keunggulan bersaing. Pengertian aktifitas nilai menurut Shank and
Govindarajan
(199358)
adalah
Aktivitas-aktivitas yang harus dipisahkan tersendiri yaitu aktivitas sebagai
berikut:
1. Aktivitas-aktivitas
mana
saja yang memiliki persentase yang signifikan
dari
total biaya operasional.
2.
Perilaku biaya dari aktivitas-aktivitas tersebut berbeda
3.
Kondisi dimana para pesaing melakukan aktivitas yang sama namun
dengan cara yang berbeda.
4.
Aktivitas-aktivitas mana yang memiliki potensial yang fungsi untuk
menciptakan diferensiasi.

Value chain menggambarkan nilai total yang terdiri dari value activities dan
margin. Porter (1985:38) menyebutkan nilai adalah jumlah uang yang tersedia
dibayarkan pembeli untuk sesuatu yang ditawarkan perusahaan. Nilai ukur dengan
pendapatan total, cerminan harga yang ditentukan perusahaan dan jumlah unit
produk yang dapat dijualnya. Suatu perusahaan dikatakan mampu laba jika nilai
itu dkeluarkan
dalam
membuat produk.
Sedangkan yang dimaksud value activities (aktivitas nilai), menurut Porter
(1985:38)
adalah kegiatan fisik
dan
teknologi yang diselenggarakan perusahaan.
Aktivitas nilai
ini
merupakan batu-batu pembangun yang digunakan badan
usaha untuk menciptakan produk yang bernilai bagi pembeli.Dan
Porter
(1985:38)
mendefinisikan margin adalah selisih antara nilai total dengan biaya kolektif
untuk menyelenggarakan aktivitas nilai.
2.3.3.
Mengenal Aktivitas Nilai
Untuk mengenal aktivitas nilai diperlukan perusahaan aktivitas yang berbeda
secara teknologis dan strategis. Value chain memilah-milah badan usaha dalam
sembilan aktivitas yang secara strategis relevan guna memahami perilaku biaya
serta sumber differensiasi yang ada
dan
potensial
Menurut Porter (1985:39-43), aktivitas nilai dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
A.
Primary Activities, menurut Porter (1985:38) menyatakan

Page 9
15
Yang artinya aktivitas yang terlibat secara langsung dalam penciptaan produk
secara fisik, penjualan
dan
penyampaian pada pembeli termasuk purna jualnya
Aktivitas primer dibagi menjadi
5
kategori aktivitas generik yang terdiri dari
I.
Inbound Logistic
Aktivitas yang berhubungan dengan penerimaan, penyimpanan dan penyebaran
input ke produk, seperti penanganan material, pergudangan untuk material,
pengembalian persediaan material, penjadwalan kendaraan pengangkutan bahan,
dan pengembalian barang ke pemasok.
2.
Operations
Aktivitas
yang berhubungan dengan transfomasi input menjadi bentuk produk
jadi, seperti penggunaan mesin untuk produksi, pengemasan produk, perakitan,
pemeliharaan pertilatan untuk produksi, pengujian, pencetakan,
dan
pengoperasian
fasilitas.
3.
Outbound Logistic
Aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan dan
pendistribusian produk secara fisik ke konsumen, seperti pergudangan untuk
barang jadi, pengamanau material, operasi kendaraan pengiriman, pengolahan
pesanan dan penjadwalan.
Aktivitas yang berhubungan dengan penyediaan sarana agar pembeli dapat
membeli produk dan aktivitas yang mempengaruhi pembeli agar mereka mau
membelinya seperti periklanan, promosi, wira niaga, penentu kuota, pemilihan
penyalur, berhubungan penyalur dan penetapan harga.

Page 10
16
5.
Service
Aktivitas yang berhubungan dengan layanan untuk memperkuat atau menjaga
nilai produk, seperti penanganan, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang, dan
penyesuaian produk.
B.
Support Activities
menurut
Porter (198538) menyatakan
the primary activities ana‘ each other
by
providing purchased input, technology,
Yang artinya aktivitas pendukung aktivitas primer dalam melakukan operasinya
agar berjalan lebih baik, yang dibagi menjadi
4
kategori
aktivitas
generik, yaitu;
Pembelian mengacu pada
fungsi
pembelian input yang digunakan dalam rantai
nilai badan usaha pada input yang dibeli itu sendiri.
Pengembangan teknologi terdiri
dan
beragam aktivitas yang secara
umum
dapat
dikelompokkan ke dalam usaha memperbaiki produk dan memperbaiki proses.
Pengembangan teknologi yang terkait langsung, dengan produk akhir.
Pengembangan teknologi juga mempuayai banyak bentuk, mulai dari penelitian
desain dan desain produk sampai ke penelitian media, desain penelitian proses dan
prosedur pelayanan.
Manajemen sumber daya manusia dari beberapa aktivitas yang meliputi
perekrutan, penerimaan, pelatihan, pengembangan dan kompensasi untuk semua
jenis tenaga kerja.

Konsep value chain dan Porter secara tersirat menyatakan bahwa kinerja bisnis dapat dicapai melalui rantai nilai aktivitas primer dan aktivitas pendukung dalam suatu perusahaan. Aktivitas primer meliputi : logistik ke dalam, operasi, logistik ke luar, pemasaran dan penjualan, dan pelayanan. Sedangkan aktivitas pendukung yaitu infrastruktur perusahaan, manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pembelian. Diagram konsep penciptaan nilai pemegang saham dari Helferd intinya menyatakan bahwa nilai pemegang saham (stock return) merupakan keputusan manajemen dalam mengelola perusahaan. Keputusan manajemen ditinjau dan perspektif manajemen keuangan ada 3 yaitu keputusan investasi, keputusan operasi dan keputusan pendanaan.

Vanabel penelitian yaitu : (1) faktor-faktor manajerial (kemampuan produksi, kemampuan pemasaran, kemampuan keuangan dan kemampuan teknologi), (2) kinerja bisnis, dan (3) hasil saham. Sampel penelitian 51 perusahaan manufaktur. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data primer vanabel kemampuan produksi, kemampuan pemasaran dan kemampuan teknologi. Sedangkan kemampuan keuangan, kinerja bisnis dan hasil saham menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Jakarta. Periode penelitian yaitu 2003-2004. Alat analisis yaitu regresi dan analisis path.

Hasil analisis, pertama, menunjukkan bahwa kemampuan keuangan dan kemampuan teknologi secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis dengan Standardized Coefficients Beta masing-masing 0,363 dan 0,503, p-value keduanya di bawah 5%, sedangkan kemampuan produksi dan kemampuan pemasaran secara parsial tidak signifikan terhadap kinerja bisnis. Kedua, analisis parsial pengaruh kinerja bisnis terhadap hasil saham adalah signifikan dengan Standardized Coefficients Beta 0,416 dan p-value 0,010. Pengaruh langsung kemampuan produksi terhadap hasil saham adalah tidak signifikan, dan pengaruh tidak langsung dengan intervening kinerja bisnis juga tidak signifikan. Pengaruh langsung kemampuan pemasaran terhadap hasil saham adalah signifikan, Standardized

Coefficients Beta 0,400 dan p-value 0,033, sedangkan pengaruh tidak Iangsung dengan intervening kinerja bisnis tidak signifikan. Pengaruh Iangsung kemampuan keuangan terhadap hasil saham adalah signifikan, Standardized Coefficients Beta -0,367 dan p-value 0,010, dan pengaruh tidak Iangsung dengan intervening kinerja bisnis juga signifikan. Pengaruh Iangsung kemampuan teknologi terhadap hasil saham adalah tidak signifikan, namun demikian pengaruh tidak Iangsung dengan intervening kinerja bisnis adalah signifikan.

Secara umum faktor-faktor manajerial meliputi kemampuan pemasaran, kemampuan keuangan, kemampuan teknologi dan kinerja bisnis mempunyai pengaruh signifikan terhadap hasil saham, karena itu para investor dalam pengambilan keputusan investasi diharapkan terus mencari informasi tentang kinerja dan prospek perusahaan.

tugas metode riset

Desember 15, 2009

PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP MODAL BANK ( STUDI KASUS BANK PERMATA cabang MALANG TAHUN 2002:1 – 2005:4)
3 11 2007
ABSTRAKSI

Pengaruh penyaluran kredit terhadap modal bank ( studi kasus Bank Permata cabang Malang tahun 2002:1 – 2005:4), Datu Asmira Suri, Keuangan Perbankan, Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang, Dosen Pembimbing Tyas Danarti H, SE., ME.

Dalam suatu bank pendapatan terbesar adalah pendapatan bunga dari penyaluran kredit. Sehingga hal ini menyebabkan banyak bank berlomba-lomba meningkatkan penyaluran kreditnya dan akhirnya berdampak pada perkembangan modal. Peningkatan modal ini dapat mempertahankan keberadaan bank itu sendiri, tetapi yang dapat mempengaruhi perkembangan modal ini bukan saja dari penyaluran kredit saja tetapi dari beban bank yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan modal. Maka penelitian ini untuk melihat bagaimana pengaruh penyaluran kredit terhadap modal pada Bank Permata cabang Malang selama periode 2002:1 – 2005:4. dan penelitian ini mengangkat 2 permsalahan yaitu pertama bagaimana pengaruh penyaluran kredit terhadap perkembangan modal pada Bank Permata cabang Malang, kedua Bagaimana pengaruh beban operasional termasuk NPL dari penyaluran kredit terhadap perkembangan modal pada Bank Permata cabang Malang. Dalam penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penyaluran kredit dapat mempengaruhi perkembangan modal karena hasil dari penyaluran kredit bank memperoleh pendapatan bunga yang cukup tinggi. Sehingga hal ini dapat meningkatkan laba dan akhirnya modal. Tetapi pada Bank Permata laba tidak dibagikan kepada deviden karena laba lebih difokuskan kepada laba setelah pajak untuk memenuhi penyediaan modal minimum dan selain itu pihak bank masih menanggung kerugian ditahun-tahun lalu akibat pembentukan merger. Maka dalam hal ini modal dapat terus meningkat dan ada hal lain yang dapat mempengaruhi modal yaitu pihak bank bisa melakukan efisiensi biaya.
Kata Kunci : penyaluran kredit, pendapatan, beban, NPL, laba, modal.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Keadaan ekonomi di Indonesia saat ini yang penuh persaingan dan kondisi yang tidak menentu menyebabkan bank-bank umum berlomba-lomba untuk meningkatkan sumber dana bank yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit. Penghasilan bunga dari penyaluran kredit ini merupakan pendapatan utama bank. Dalam prakteknya kebijakan bank Indonesia mengenai tingkat suku bunga SBI menjadi patokan dalam bank umum untuk meningkatkan atau menurunkan tingkat suku bunga penyaluran kedit. Kebijakan Bank Indonesia ada 2 yaitu kebijakan kontraktif meningkatkan tingkat suku bunga SBI dan kebijakan ekspansif menurunkan tingkat suku bunga SBI. Karena ketika suku bunga SBI meningkat maka bank-bank umum akan meningkatkan suku bunga kredit untuk menyeimbangkan peningkatan dari SBI begitu juga apabila terjadi penurunan.
Kondisi perekonomian bank-bank umum belum bisa dikatakan mantap, namun kondisi tersebut tidak menyebabkan perkembangan penyaluran kredit bank-bank umum menurun. Ini bisa dilihat dari penyaluran kredit pada tahun 2002 sampai tahun 2005 yang terus mengalami peningkatan. Jenis kredit yang disalurkan oleh bank-bank umum antara lain: kredit modal kerja, kredit investasi , kredit konsumsi dan kredit channeling. Diantara kredit yang diberikan ada yang mengalami peningkatan yang sangat tajam yaitu kredit modal kerja. Kredit ini dianggap dapat memberikan penghasilan dalam keadaan ekonomi lesu, dimana kredit ini bergerak pada perluasan usaha bukan menambah usaha baru.

Sumber : Laporan Tahunan  BI 2005
Gambar 1.1.1. Perkembangan Kredit Perbankan Secara Umum
Seiring dengan perkembangan penyaluran kredit yang terus meningkat hal ini akan berdampak pada perkembangan permodalan bank-bank umum. Pada kenyataannya kondisi ekonomi tidak selalu baik, bahkan cenderung naik turun. Pada saat kondisi ekonomi sedang turun bank lebih memilih menyalurkan kredit modal kerja. Semakin banyak bank menyalurkan kredit ini maka semakin banyak pendapatan bunga yang akan diperoleh. Ketika pendapatan yang diterima meningkat yang nantinya dapat mempengaruhi jumlah laba, baik deviden dan laba ditahan. Hal ini tentu saja meningkatkan pertumbuhan modal dan akhirnya dapat meningkatkan sumber dana untuk menyalurkan kreditnya.
Dengan pernyataan diatas kita tahu bahwa Pendapatan terbesar dalam bank yang dapat mempengaruhi modal adalah pendapatan bunga dari penyaluran kredit. Karena dari peningkatan penyaluran kredit maka perolehan pendapatan bunga meningkat, meningkatnya perolehan pendapatan ini dapat menutupi seluruh beban termasuk NPL. Setelah pendapatan dikurangi beban dan NPL baru didapat laba dimana peningkatan laba ini akan mempengaruhi pertumbuhan modal. Karena penyaluran kredit memberikan pemasukan yang sangat besar maka masing-masing bank dalam membuat kebijakan penyaluran kredit berbeda-beda.  Dengan tujuan menambah jumlah modal, walaupun ada pendapatan bank yang diperoleh selain dari bunga misal : biaya administrasi tabungan dan jasa transfer.
Jika kondisi dalam suatu bank terjadi peningkatan penyaluran kredit maka NPL akan meningkat yang tidak diikuti dengan peningkatan perolehan pendapatan. Maka hal ini menyebabkan modal berkurang maka sumber dana yang akan disalurkan kembali kepada masyarakat akan berkurang. Tetapi jika kondisi sebaliknya dimana jumlah dari penyaluran kreditnya mengalami penurunan maka pendapatan menurun dan NPL pun mengalami penurunan. Maka perkembangan modal bank menurun hal ini akan mempengaruhi jumlah sumber dana yang akan disalurkan kembali kepada masyarakat, selain itu bank tidak dapat memberikan dana segar kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dengan lancar karena terbatasnya dana segar.
Meningkatnya jumlah penyaluran kredit akan menyebabkan meningkatnya NPL yang juga disertai meningkatnya beban, hal ini tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan modal. Selain besarnya beban operasional dan meningkatnya NPL yang mempengaruhi perkembangan modal. Adapun faktor lain mempengaruhi jumlah modal yaitu pembagian deviden yang tidak seimbang dengan laba ditahan. Karena  modal bersih bank mencerminkan jumlah dana yang akan disalurkan kembali kepada masyarakat.
Dengan adanya persoalan diatas maka bank selalu memperhitungkan berapa yang akan diterima lalu disesuaikan dengan berapa yang harus dikeluarkan, hal nini tentu saja bertujuan agar pertumbuhan modal tidak menurun. Meningkatnya NPL akan mengurangi jumlah modal bank, karena pendapatan yang diterima bank digunakan untuk menutupi NPL yang tinggi. Selain itu meningkatnya NPL akan mempengaruhi bank dalam menyalurkan kreditnya pada periode berikutnya. Kondisi seperti ini akan mengurangi perkembangan deviden dan laba ditahan atau modal.
Dengan keadaan tersebut dimana pembagian laba yang tidak seimbang dan meningkatnya NPL dan beban dapat mempengaruhi pertumbuhan modal. Maka setiap bank tentu ingin meningkatkan pendapatan yang tinggi agar dapat menjalankan kegiatan operasional bank. Untuk itu bank dalam menyalurkan kreditnya selalu memberikan penilaian atas kreditnya. Adapun penilaiannya seperti 5C dan 7P Ini semua ditujukan agar dalam penyaluran kredit pihak bank dapat memperkirakan bunga yang diperoleh sehingga dapat menambah jumlah modal.
Dengan adanya penilaian diatas maka pihak bank tahu kualitas dari pihak debitur yang akan mengambil kredit. Apabila dari penilaian tersebut diatas tidak dipenuhi satu saja oleh debitur maka bank akan melihat kualitas kredit yang akan diberikan. Karena dari kualitas kredit dapat menggambarkan perolehan bunga yang diterima bank dan resiko terhadap NPL.
Untuk itu bank tidak asal meningkatkan jumlah dan tingkat suku bunga penyaluran kreditnya. Untuk menghindarkan resiko NPL yang tinggi dari penyaluran kredit yang tidak efisien. Dalam hal  ini perlu untuk mempertimbangkan alokasi dana yang efisien. Seperti penyaluran kredit yang bisa memberikan return yang tinggi dimana tingkat NPL tidak terlalu tinggi. Karena pengalokasian dana yang tepat sangat mempengaruhi jumlah modal bank.
Pengalokasian dana yang tidak efisien menyebabkan penyaluran kredit berkurang. Karena jumlah dana pada modal berkurang sehingga dana yang akan disalurkan pada periode berikutnya ikut turun. Keadaan seperti ini akan menghambat kegiatan operasional bank itu sendiri dan juga menurunkan pendapatan bank. Pengalokasian dana yang tidak tepat dapat saja terjadi pada satu bank atau beberapa bank seperti grafik dibawah ini
Sumber : laporan keuangan tahunan Bank Permata
Gambar 1.1.2. Perkembangan Penyaluran Kredit terhadap modal Bank Permata
Grafik diatas menunjukkan bahwa bank Permata dalam perkembangan penyaluran kredit tidak jauh berbeda dengan perkembangan kredit pada bank-bank umum. Tetapi peningkatan ini tidak diikuti dengan perkembangan peningkatan modal, hal ini bisa saja pengalokasian dana yang tidak tepat terutama pada penyaluran kreditnya. Menurunnya ekuitas akan mempengaruhi penyaluran kredit pada periode berikutnya . Peningkatan penyaluran kredit tahun 2004 sangat bagus sehingga modal yang diperoleh juga meningkat. Peningkatan ini bisa dibandingkan pada tahun 2002 dan 2003 dimana bank Permata baru saja merger sehingga menyebabkan beban operasional meningkat terutama beban merger.
Penurunan modal bank Permata ditahun 2005 menurun karena adanya pergantian direktur utama. Selain itu adanya Standart Charter bank yang mengadakan kerjasama dengan bank Permata. Hal ini yang menyebabkan beban operasional bank meningkat hal ini tidak diikuti dengan peningkatan perolehan pendapatan sehingga pertumbuhan modal terhambat dan akhirnya menurun. Penurunan yang drastis yang terjadi di bank Permata mengakibatkan berkurangnya kegiatan operasional bank dan banyak terjadi pengurangan pegawai.
Dengan permasalahan yang disebutkan diatas maka penulis mengambil judul PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP PERTUMBUHAN MODAL (STUDI KASUS BANK PERMATA CABANG MALANG TAHUN 2002:1-2005:4). Dimana pengaruh penyaluran kredit sangat mempengaruhi  kegiatan perputaran dana dalam suatu bank. Dalam permasalahan diatas juga didapat peningkatan beban operasional juga akan mempengaruhi modal bank.

1.2.Perumusan Masalah

Bank merupakan lembaga intermediasi atau lembaga perantara keuangan yang berfungsi menghimpun dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana yang nantinya akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan dana yaitu melalui penyaluran kredit.
Dari uraian diatas kita tahu bahwa peranan bank sebagai sistem keuangan menjembatani pihak lender– borrower sehingga proses produksi dalam perekonomian menjadi efisien. Dana yang sudah masuk dalam bank disalurkan kembali dalam bentuk kredit agar dapat membantu membangkitkan kondisi perekonomian pada umumnya. Dari pihak bank, penyaluran kredit diharapkan menghasilkan return yang tinggi sehingga dapat menutupi beban operasional dan memberikan laba yang maksimal.
Dalam prakteknya, jika bank meningkatkan tingkat suku bunga penyaluran kreditnya dan dalam penyaluran kreditnya tidak efisien bukan tidak mungkin berujung pada kredit macet atau NPL. Tingginya NPL menyebabkan tingginya biaya operasional bank yang kemudian berpotensi menurunkan laba bank hal ini tentu akan berdampak pada berkurangnya kemampuan bank untuk meningkatkan modalnya. Untuk mengantisipasi dampak tersebut bank dalam memberikan kredit mempunyai beberapa aturan ketat yang harus dilaksanakan dan ditaati oleh calon debitur, dan dalam hal ini bank memakai pelaksanaan prinsip prudential banking yang merupakan strategi yang harus dilakukan bank.
Untuk itu dalam suatu bank yang dapat mempengaruhi modal bank tidak saja penyaluran kredit tetapi biaya operasional bank yang harus dikeluarkan untuk membayar kewaibannya baik kepada bank sentral maupun nasabah itu sendiri. Dalam kegiatan operasional bank itu sendiri banyak mengeluarkan biaya seperti: biaya gaji pegawai, biaya bunga, biaya perawatan dan NPL. Dimana biaya tersebut harus ditutup dari pendapatan yang diterima bank. Tetapi jika meningkatnya pendapatan bank yang tidak diikuti dengan penurunan biaya operasional dapat mempengaruhi perkembangan modal bank itu sendiri.
Dari keadaan diatas timbul masalah dimana tidak hanya kredit yang dapat mempengaruhi modal bank tetapi beban operasional bank juga dapat mempengaruhi modal. Maka dengan permasalahan dalam suatu bank diatas, maka penelitian ini dapat dirumuskan:
1. Bagaimana pengaruh penyaluran kredit terhadap perkembangan modal pada     Bank Permata cabang Malang
2. Bagaimana pengaruh beban operasional termasuk NPL dari penyaluran kredit terhadap perkembangan modal pada Bank Permata cabang Malang.

1.3. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Penyaluran kredit yang diteliti adalah semua kredit yang diberikan bank Permata   dalam bentuk Rupiah.
2.   Beban operasional yang diteliti adalah seluruh beban operasional bank termasuk   NPL dalam kegiatan bank Permata.
3. Modal yang diteliti adalah modal yang diperoleh dari laba bersih bank Permata.
4. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan triwulanan bank Permata dari

tahun 2002-2005. Untuk melihat berapa besar jumlah dari setiap variabel   yang  diteliti dalam periode penelitian yang dimulai sejak bank Permata merger 2002  sampai 2005.
1.4.  Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh penyaluran kredit terhadap perkembangan modal  pada Bank Permata cabang Malang.
2. Untuk mengetahui pengaruh beban operasional termasuk NPL dari penyaluran kredit terhadap perkembangan modal pada Bank Permata cabang Malang

1.5.Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
1. Penulis
Bagi pihak penulis, penelitian ini memberi pengetahuan langsung mengenai     bagaimana penyaluran kredit dapat mempengaruhi modal bank dan seluruh  kegiatan operasional bank itu sendiri.
2. Bagi perusahaan
Bagi Bank Permata Cabang Malang sebagai dasar pertimbangan dalam  penyaluran kredit yang pengaruhnya terhadap modal bank. Dan mengoptimalkan  modal bank terhadap penyaluran kredit.
3. Dunia pendidikan
Sebagai referensi atau masukan bagi peneliti lain yang mempunyai  permasalahan yang sama.
mohon maaf ya dicontek cz buat tugas

latar belakang

Desember 15, 2009

1.1.    Latar belakang

Pengunaaan internet sudah menjadi hal yang unun bagi masyarakat dunia. Kemajuan teknologi saat ini menbuat internet menjadi bagian yang melekat di dalam kehidupan manusia. Internet banyak memberikan fasilitas- fasilitas yang memudahkan setiap orang untuk berkonikasi satu sama lain.
Warung internet telah menyediakan pelayanan bagi setiap orang yang igin mengunakan internet. Pengadaan warung internet secara khusus bertujuan untuk memperoleh keuntungan, sejalan perkembangan waktu, standar pelayanan dan kenyamana saat ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan oleh pengelola.
Mengukur kepuasan pelangan merupakan satu kegiatan yang memengang peranan penting agar dapat berhasil didalam iklim bisnis saat ini. Pengukuran kepuasan pelangan sangat tepat bagi setiap pemilik usaha tersebut.
Berdasakan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis akan memberi judul “Analisa kepusan pelangan terhadap mutu pelayanan warnet Bhakti net di Jakarta”.

1.2.    Rumusan dalam pembatas masalah.

Dalam hal ini masalah akan diteliti oleh penulis adalah bagaimana tingkat kepuasan pelangan pada warnet Bhakti net di Jakarta? Peneltian tentang tingkat kepuasan pelangan pada warnet mengunakan analisis skala likert dan chills square.

1.3.    Tujuan penelitian.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan pelangan terhadap  kepusan pelangan tehadap pelayanan Bhakti net.

1.4.    Mamfaat penelitian.

mencari perbaikan- perbaikan kea rah kepusan pelangan.
dengan mengetahui factor- factor utama yang berpengaruh terhadap kepusan pelangan , dapat memberi solusi yang tepat.
dapat memeberikan referensi terhadap para peneliti lain.

1.5.    Metode penelitian.

1.5.1.    objek penetian
Yaitu para penguna jasa warnet di Bhakti net.

1.5.2.    Data / variable penelitian
Data dan variable penelitian yang digunakan, adalah hasi dari kuesioner pelangan warnet.

1.5.3.    metode pengumpulan data.
Metode pengumpulan data yang akan digunakan oleh penulis antara lain :
1.    Studi lapangan, meliputi :
A.    Observasi, yaitu mendatangi objek yang bersangkutan untuk mempelajari data yang akan diperlukan.
B.    Angket, yaitu dengan mengajukan kuesioner kepada konsumen yang telah mengunakan data warnet selam 7 hari.
2.    Studi kepustakaan, yaitu dengan mengunakan referensi – referensi untuk memberikan teori- teori pada peneliti yang dilakukan.

1.5.4.    Hipotesis

Ho    :  konsumen merasa tidak puas atas pelayanan Bhakti net.
Ha    :  konmsumen merasa puas atas pelayan Bhakti net.

1.5.5.    Alat analisa yang digunakan.

Skala likert

Skala likert digunakan untuk mengukur setiap sikap, pendapat dan persepsi  seseorang atau kelompok orang tentang fenomena social. Dalam penelian fenomena social ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti.
Dalam skala likert, kemungkinan tidak hanya sekedar “ setuju” dan “tidak setuju”, saya akan menjadikan lebu\ih luas lagi yaitu  sangat puas, puas, cukup puas, tidak puas dan sangat tidak puas.

Chils square.

Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode chils square berdasarkan  pada 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu  kehandalan, berwujud, kelengkapan, jaminan dan empati.pengukuran tingkat kepuasan pelangan di dasarkan pada hasi kuesioner yang dilakukan pada warnet Bhakti net.
Uji chills square merupakan pengujian hipotesis tentang perbandingan antar frekuensi sample yang benar- benar terjadi ( selanjutnya disebut dengan frekuensi observasi, dilambangkan denagn Fo ) dengan frekuensi harapan yang didasarkan, pada hipotesis tertentu pada kasus/ data ( selanjutnya dengan frekuensi harapan, dilambangkan dengan Fe).

Rumus    :   X2 =  Sigma ( Fo – Fe) 2
___________
Fe

Diamana :  X2 =  Rata- rata nilai kepuasan konsumen
Fo =  Nilai sel yang diamati
Fe =  Hilai sel yang diharakan
Pr =   Proporsi baris
Pc =   proporsi kolom
N  =   jumlah data
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.    Kerangka Teori

2.1.1     Pengertian  Jasa

Menurut Christoper H. Lovelock ( 2005:3) dimensi jasa adalah “kegiatan ekonomi yang menciptakan dan memberikan mamfaat bagi pelayanan pada waktu dan tempat tertentu, sebagai hasil dari tindakan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalamdiri atau atas nama penerima tersebut”.
Menurut Philip Kotler (2005:111) pengertian jasa adalah “setiap tidakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu”.
Konsumen dalam membeli barang dan jasa adalah untuk memuaskan berbagai keinginan dan kebutuhan. Ketika konsumen memutuskan untuk membeli suatu jasa guna memmenuhi kebutuhannya yang belum pernah terpenuhi, mereka umumnya melewati proses pembelian yang lebih rumit dari pada mereka membeli barang .

Proses pembelian terbagi menjadi 3 tahap yaitu :

Tahap pra pembelian yaitu, tahap pertama dalam proses pembelian jasa, diman pelanggan mengidentifikasikan berbagai alternatif, menimbang- nimbangkan mamfaat dar resiko dan membuat keputusan pembelian.
Tahap pertemuan jasa yaitu, tahap kedua dalam proses pembelian jasa, dimana terjadi menyerahan jasa melalui interaksi antara konsumen dan penyedia jasa.

Tahap pasca pembelian yaitu, yahap terakhir dalam proses pembelian jasa, dimana konsumen menilai kualitas jasa dan kepuasan atau ketidakpuasan mereka terhadap hasil jasa tersebut.

2.1.2.     Karakteristik Jasa Pelayanan

Ada 5 karakteristik jasa menurut Zulian Yamit (2001:21), yaitu :

Tidak dapat diraba. Jasa adalah sesuatu yang sering kali tidak dapat disentuh atau tidak dapat diraba. Jasa mungkin berhubungan dengan sesuatu secar fisik, seperti pesawat udara, kursi, dan meja dan peralatan makan direstoran, tempat tidur pasien dirumah sakit.
Tidak dapat disimpan. Salah satu cirri khusus dari jasa adalah tidak dapat disimpan. Misalnya ketika nkita mengiginkan jasa tukang potong rambut, maka apabila pemotongan rambut telah dilakukan tidak dapat sebagiannya disimpan untuk besok.
Produksi dan konsumsi secara bersama. Jasa adalah sesuatu yang dilakukan secara bersama dengan produksi. Misalnya tempat praktek dokter, restoran- restoran.
Memasukinya lebih mudah. Mendirikan uasaha dibidang jasa membutuhkan investasi yang lebih sedikit, mencari lokasi mudah dan banyak tersedia, tidak membutuhkan teknologi tinggi.
Sangat dipengaruhi faktor dari luar. Jasa sangat dipengaruhi oleh faktor dari luar seperti: teknologi, peraturan pemirintah dan kenaikan harga energi.

2.1.3.     Kualiatas Jasa

Kualitas adalah sejauh mana suatu jasa memuaskan pelanggan dengan memuaskan kebutuhan, keinginan, dan harapan mereka/
Menurut Zeithaml, Berry dan parasuraman, (1985: 10) mengemukakan 5 dimensi karakteristik kualitas pelayan, yaitu:

Tagibles ( bukti langsung), yaitu meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pengawai, dan sarana komunikasi.
Reability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan serat sesuai dengan yang telah dijanjikan.
Responsiveness ( daya tangkap), yaitu keinginan pada staf untuk membantu para pelangan dan memberikan pelayan dengan tanggap.
Assurance ( jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya, resiko ataupun keraguan.
Empaty, yaitu meliputi kemudahn dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik. Dan perhatian dengan tulus terhadap kebutuhan pelanggan.

2.1.4.     Kepuasan Pelanggan.

Menurut Zulian Yamit.M.Si.( 2001: 77) kepusan pelanggna adalah “ hasil evaluasi setalah membandingkan apa yang dirasakan dengan harapannya”.
Menurut Wilkel kepuasan pelanggan adalah tanggapan emosional pelanggan terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa.
Menurut Phillip Kottler kepuasan pelanggan  terjadi apabila pelayanan yang diberiakan sesuai atau melebihi harapan pelanggan.
Kepusan pelanggan  adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan dan kebutuhan pelanggan dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan publik.
Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan pelanggan, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pelanggan sendiri yang menilai tingkat kepuasan yang mereka terima dari barang atau jasa spesifik yang diberikan, serta tingkat kepercayaan mereka terhadap kemampuan pemberi pelayanan
Mengapa kita mengukur kepuasan pelanggan?
Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan pelanggan, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran.
Dalam rangka mengembangkan suatu mekanisme pemberian pelayanan yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan, perlu mengetahui hal-hal berikut;
1.    Mengetahui apa yang pelanggan pikirkan tentang anda, pelayanan anda, dan pesaing anda.
2.    Mengukur dan meningkatkan kinerja anda.
3.    Mempergunakan kelebihan anda kedalam pemilahan pasar.
4.    Memanfaatkan kelemahan anda ke dalam peluang pengembangan – sebelum orang lain memulainya.
5.    Membangun wahana komunikasi internal sehingga setiap orang tahu apa yang mereka kerjakan.
6.    Menunjukkan komitmen anda terhadap kualitas dan pelanggan anda.
Terdapat 4 Faktor Pentingnya Kepuasan pelanggan :
1.    Kunci untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.
2.    Penyebab munculnya loyalitas pelanggan ( Ketidak puasan merupakan penyebab hilangnya pelanggan).
3.    Menumbuhkan citra positif suatu perusahhan.
4.    Bentuk keunggulan daya saing yang paling efektif.
Terdapat 5 Tips Mempertahankan hubungan pelanggan :
Siap setiap saat mendengarkan dan membantu pelanggan.
Sigap merespon keluhan dari pelanggan.
Jangan mengangap keramahan saja sudah cukup.
Dorong pelanggan agar tetap setia.
selidiki jika anda kehilanggan pelanggan.
Terdapat 8 Tips meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan :
Mudah dihubungi.
Tangani antrian dengan baik
Jangan membuat menunggu.
Jangan kehabisan Stok.
Kirim barang yang sesuai denag yang dipesan.
Permudah cara pembayaran
Berikan hadiah yang menarik
Membuat inovasi produk .

2.1.5.     Kajian Penelitian Sejenis.
1  . Judul penelitian    :  Analisa kepuasan konsumen terhadap pelayanan pada
Warnet Dreamnet.
Nama                    :  Ali Rosyadi
NPM                     :  10204068
Fakultas                :  Ekonomi
Jenjang / jurusan  :   S 1 / Manajemen
Kesimpulan          :
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 50 responden, 80% menyatakan puas terhadap pelayanan pada Warnet Dreamnet. Hal ini dibuktikan dengan uji normalitas satu proporsi hasil uji Z sebesar 1.78 yang berada di daerah penenrimaan -1.95 ≤ Z ≤ 1.95.
Dengan menggunakan metode Likerts Summated Ratings (LSR), dapat ditarik kesimpulan bahwa 50 responden menyarakan puas terhadap pelayanan pada Warnet Dreamnet. Dibuktikan dengan LSR adalah 1908, terletak diantara median dan kuartil III yaitu 1500 < 1908 < 2000 artinya cukup berhasil atau puas.
Untuk mensiasati persaingan maka Warnet Dreamnet terus meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, seperti : menjaga kualitas, menjaga kebersihan, peningkatan dalam pelayanan, dan promosi tahunan.
2.  Judul Penelitian    :  Analisa kepuasan konsumen terhadap pelayanan pada
Rental Mama Komputer.
Nama                     :  Marinah
NPM                     :   10203662
Fakultas                 :  Ekonomi
Jenjang / jurusan   :  S 1 / Manajemen
Kesimpulan           :
Dari hasil observasi terhadap 100 responden pada Rental Mama Komputer JL. Akses UI Gg. H Jamin no. 28C Kelapa Dua Depok. Didapat hasil analisa terhadap kelima dimensi kualitas jasa baik itu dalam dimensi keandalan, kerespomsifan, keyakinan, empati, dan berwujud.
Dari perhitungan didapat nilai chi square hitung sebesar 24,45, maka Ho ditolak dan Ha Diterima. Artinya konsumen pada Rental Mama Komputer puas terhadap pelayanan atau kinerja yang telah diberikan, baik itu dalam dimensi keandalan, , kerespomsifan, keyakinan, empati, dan berwujud. Dari hasil analisa pada dimensi keyakinan yang membahas tentang keterampilan melayani konsumen mempunyai prosentase kepuasan tertinggi sebesar 78.4 %. Dan pada dimensi keresponsifan membahas tentang kepedulian terhadap kenyamanan konsumen mempunyai prosentase terendah yaitu sebesar 70.8 %
Sehingga secara umum bahwa konsumen rental mama komputer merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan.
3.  Judul Penelitian    :  Analisa kepuasan pelanggan terhadap mutu pelayanan
Studio Musik 59 jakarta
Nama                     :   Afthon Ilham Bahtiar
NPM                      :   10203038
Fakultas                 :   Ekonomi
Jenjang / jurusan   :    S 1 / Manajemen
Kesimpulan          :
Dari hasil penelitian mengenai kepuasan pelanggan terhadap studio musik 59 jakarta, didapat kesimpulan dari 50 orang responden bahwa konsumen puas terhadap pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh Studio musik 59 jakarta. Sehingga Ho di tolak dan Ha di terima. Dengan nilai Chi Square 3435.93 dimana Ho berada di daerah penolakan, dan nilai Chi square berada di daerah Ha. Dimana Ho = pelanggan merasa tidak puas terhadap pelayanan dan fasilitas yang di berikan oleh studio musik 59 jakarta, dan Ha = pelanggan merasa puas terhadap pelayanan dan fasilitas yang di berikan oleh studio musik 59 jakarta.

3.    Alat Analisis Yang Digunakan.
1.     Skala likert

Skala likert digunakan untuk mengukur setiap sikap, pendapat dan persepsi  seseorang atau kelompok orang tentang fenomena social. Dalam penelian fenomena social ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti.
Dengan skala likert, maka variable yang akan diukur dijabarkan menjadi subvariable kemudian subvariable dijabarkan menjadi komponen- komponen yang didapat terukur komponen- komponen yang terukur ini kemudian dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan yang kemudian dijawab
Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sanagat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata- kata antara lain:
a.    Sangat puas
b.    Puas
c.    Cukup puas
d.    Tidak puas
e.    Sangat tidak puas
Untuk keperluan analisa kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor,
Misalnya:
1.    Sangat puas diberi skor        5
2.    puas diberi skor                     4
3.    cukup puas diberi skor        3
4.    Tidak puas diberi skor        2
5.    sangat tidak puas diberi skor    1
6.
Intrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk ckeklist ataupun pilihan ganda.

Keuntungan dari penggunaan skala likert  :
Muadah dibuat dan di terapkan.
Terdapat kebebasan dalam memasukan pertanyaan- pertanyaan, asalkan sesuai dengan konteks permasalahan.
Jawaban suatu item dapt berupa alternative, sehingga informasi mengenai item tersebut diperjelas.
Reliabilitas pengukuran bisa diperoleh denagn jumlah item tersebut diperjelas.

Chi square.

Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode chi square berdasarkan  pada 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu  kehandalan, berwujud, kelengkapan, jaminan dan empati.pengukuran tingkat kepuasan pelangan di dasarkan pada hasi kuesioner yang dilakukan pada warnet Bhakti net.
Uji chi square merupakan pengujian hipotesis tentang perbandingan antar frekuensi sample yang benar- benar terjadi ( selanjutnya disebut dengan frekuensi observasi, dilambangkan denagn Fo ) dengan frekuensi harapan yang didasarkan, pada hipotesis tertentu pada kasus/ data ( selanjutnya dengan frekuensi harapan, dilambangkan dengan Fe).

Rumus    :   X2 =  Sigma ( Fo – Fe) 2
___________
Fe

Diamana :  X2 =  Rata- rata nilai kepuasan konsumen
Fo =  Nilai sel yang diamati
Fe =  Nilai sel yang diharakan
Pr =   Proporsi baris
Pc =   proporsi kolom
N  =   jumlah data

BAB III

3.1. Ojek Penelitian
Objek penelitian yang akan diteliti adalah pelanggan warnet Bhakti Net jakarta yang beralamat JL. Sukabumi No. 20. menteng, jakarta, untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan warnet Bhakti Net.

3.2.  Data Variable Yang Digunakan
Penulis akan menggunakan data berupa hasil kuesioner dalam menentukan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh warnet Bhakti Net, yaitu: Kehandalan, Berwujud, Ketanggapan, Jaminan, dan Empati.

3.3.    Metode Pengumpulan Data.
3.3.1. Riset Lapangan.
Penulis melakukan penelitian dengan metode penelitian langsung dengan cara membagikan kuesioner kepada pelanggan warnet Bhakti Net.
Penulis mengambil sample sebanyak 30 orang pelanggan warnet Bhakti Net jakarta untuk dimintai pendapatnya menggunakan kuesioner mengenai kepuasan yang diterimanya mengenjai bentuk- bentuk kepuasan pelanggan yang diberikan warnet Bhakti Net.
3.4.    Alat Analisis Yang Digunakan.
Dalam penulisan ilmiah ini, alat analis yang digunakan adalah analisis dengan menggunakan Skala Likert serta dengan Chi- Square.

3.4.1.    Analisis Skala Likert
Analisis skala likert digunakan  untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Skala likert juaga digunakan untuk mengetahui tanggapan konsumen terhadap tingkat kualitas jasa pelayanan dengan memilih salah satu jawaban yang berkaitan dengan objek yang dinilai, susunan berdasarkan urutan dari ranking masing- masing pilihan jawaban. Skala likerts merupakan skala yang memberikan skor 1-5 untuk mengetahui derajat kepuasan responden terhadap serangkaian pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, skala likert mempunyai susunan sebagai berikui.

Tabel 3.4.
Kategori Penilaian Dan Besar Bobot
Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan berdasarkian bobot terhadap dimensi, maka akan digunakan diagram kartesius untuk mengetaui bentuk- bentuk pelayanan yang menjadi prioritas bagi warnet Bhakti Net, penggunaan diagram kartesius ini adalah dengan membandingkan antara tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh warnet Bhati Net.