tugas bahasa indonesia

1.penelitian

Penelitian atau riset adalah suatu kegiatan untuk mencari sesuatu yang bermanfaat untuksi peneliti atau  pembaca untuk memecahkan suatu masalah atau kasus.

Penelitian ilmiah terbagi dua yaitu:
1. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berguna untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tidak terduga sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru.

Penelitian kualitatif biasanya mengejar data verbal yang lebih mewakili fenomena atau kejadian yang tidak terstruktur dan relative
2. Penelitian Kuantitatif
merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme. Positivisme adalah satu aliran filsafat yang menolak unsur metafisik dan teologik dari realitas sosial. Karena penolakannya terhadap unsur metafisis dan teologis, positivisme kadang-kadang dianggap sebagai sebuah varian dari Materialisme (bila yang terakhir ini dikontraskan dengan Idealisme

3. Tindakan
Tindakan adalah suatu perbuatan yang dilakukan dalam penelitian guna mencapai penelitian yang senpurna. Tindakan ini dimaksudkan agar peneliti mengetahui dengan jelas bahwa ada beberapa ketentuan dalam melakukan tindakan penelitian. Seperti halnya penelitian kualitatif dan kuantitatif, tindakan termasuk aspek yang perlu dikaji oleh seorang peneliti. Tindakan merupakan salah satu ketentuan dalam penelitian.

2.Hakikat Karya Ilmiah

Tujuan karya ilmiah terbagi empat

  1. menyampaikan gagasan
  2. memberikan hasil tugas
  3. memberikan informasi kepada si pembaca
  4. menjelaskan dan mendiskusikan hasil tugas tersebut

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, menjelaskan atau pemecahan masalah secara rasional disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa yang benar baserta didukung oleh bukti bukti otentik
Terdapat berbagai jenis karangan

  • Artikel
  • Jurnal
  • Hasil seminar dll

Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan bagi penulis atau bagi pembaca.

2. Ciri – cirri Karya Ilmiah

a. struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah  biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup.

Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

b. komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

c. , sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

d. penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa benar berdasarka ejaan yang benar

3. Jenis – jenis Karya Ilmiah
Adapun jenis – jenis karya ilmiah, yaitu :
a. Skripsi

adalah karya tulis (ilmiah) yang menjelskansuatu objek yang diliti secara struktur melalui prosedur standar penelitian

Missal nya skripsi untuk buat mengejar sarjana (SI)sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan bukti bukti otentik berdasarkan wawancara dan observasi

b. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan meneliti secara tajam dibandingkan skripsi.

c. Disertasi
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan pendapat yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta yang benar dengan analisis terinci. Disertas

4. Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah ada 5 sikap ilmia adalah sebagai berikut :

1. Sikap ingin tahu.
2. Sikap kritis.
3. Sikap terbuka.
4 Sikap rela menghargai karya orang lain.
5.Sikap berani mempertahankan kebenaran dan berpandangan kedepan

5. Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah
itu biasa nya penulis kelelahan dan data dari sumber pustka terkadang salah tulis dll

Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
• salah mengerti  pembaca tulisannya,
• salah dalam menyusun struktur pelaporan,
• salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
• penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
• tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat
• tidak konsisten dalam format tampilan

1.Penalaran

adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan panca indra melui observasi eyang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi– proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

2.Metode dalam penalaran ada dua jenis  yaitu induktif dan deduktif

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.

Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan

3.Konsep dan simbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang luas, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa pendapat,

4.Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.jika

  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara resmi maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: